Harga Properti Residensial Balikpapan Naik 1,55%, Hunian Terjangkau Masih Diminati

Pasar properti Balikpapan terus menunjukkan tren positif, dengan kenaikan harga mencapai 1,55% pada kuartal IV/2024. Hunian terjangkau masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Kaltim Live! Balikpapan – Pasar properti residensial di Balikpapan menunjukkan tren kenaikan harga yang semakin menguat. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) di pasar primer, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di Balikpapan pada kuartal IV/2024 tercatat tumbuh sebesar 1,55% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya 1,41% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa kenaikan IHPR terjadi secara merata di semua segmen hunian. Tipe kecil (luas bangunan ≤ 36 m2) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 2,01% (yoy), disusul tipe menengah (36-70 m2) sebesar 1,35% (yoy), dan tipe besar (>70 m2) yang naik 1,28% (yoy).

Robi menjelaskan bahwa lonjakan harga tanah, peningkatan biaya material konstruksi, serta kenaikan upah tenaga kerja menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan harga properti di Balikpapan. 

“Kenaikan harga ini merupakan refleksi dari dinamika ekonomi di sektor properti yang tetap bertumbuh meski di tengah tantangan,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan sektor perumahan, Bank Indonesia terus menggulirkan berbagai kebijakan, termasuk insentif likuiditas makroprudensial (KLM). 

Kebijakan ini bertujuan untuk memacu pembiayaan sektor perumahan rakyat, real estate, dan konstruksi, sehingga masyarakat tetap memiliki akses terhadap hunian yang layak.

Tingginya pertumbuhan harga pada rumah tipe kecil menunjukkan bahwa permintaan terhadap hunian terjangkau masih mendominasi pasar. Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pun semakin menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan harga lebih terjangkau.

Lebih lanjut, Robi menekankan bahwa Bank Indonesia turut berperan dalam mendukung program pemerintah untuk penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat. 

“Kami berharap kebijakan ini dapat mempercepat pertumbuhan sektor properti secara berkelanjutan, sekaligus memastikan masyarakat memiliki akses terhadap hunian dengan harga yang wajar,” pungkasnya.

Dengan kondisi pasar properti yang terus berkembang, peluang bagi masyarakat untuk memiliki rumah masih terbuka lebar. Pemerintah dan perbankan diharapkan terus bersinergi dalam memberikan solusi terbaik guna menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya