Kaltim Live! Balikpapan – Deserve, band asal Balikpapan bergenre hardcore ini mulai menapaki jalur karir di level nasional. Baru-baru ini, Dennies (vokal), Mahi (gitar) dan Cantika (bass) mengikuti live audition untuk Hammersonic 2026 di Surabaya pada 30 Agustus 2025 lalu.
Bagaimana, perjalanan band ini memantaskan diri menuju panggung musik rock terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara tersebut? Simak wawancara teks, Kaltim Live! bersama Mahi, salah seorang personel dari Deserve.
Kapan Deserve HC didirikan?
Deserve awalnya dibentuk pada Februari 2022 oleh Dennies. Dia mengajak teman-teman lain untuk bergabung dengan Deserve. Seiring berjalannya waktu, karena satu dan lain hal, pergantian formasi kerap terjadi dalam 3 tahun terakhir. Hingga saat ini Deserve diisi oleh Dennies sebagai vokalis, saya (Mahi) sebagai pemain gitar yang sudah bergabung sejak pertengahan 2023, dan Cantika sebagai pemain bass yang bergabung di awal 2024.
Kenapa kalian memutuskan untuk membuat sebuah band bergenre hardcore?
Kami rasa karena latar belakang, yang memang senang mendengarkan musik keras. Dan kami ingin mengekspresikan diri kami dalam platform tersebut.
Meskipun Dennies dan saya, sebenarnya berangkat dari skena death metal semasa remaja, namun, dalam beberapa tahun terakhir, kami lebih tertarik mengeksplorasi musik hardcore karena energi dan kebebasan berekspresi yang ditawarkan.
Saya pun, secara pribadi suka dengan energi yang disajikan, didukung dengan melihat antusiasme penikmat musik hardcore yang semakin populer belakangan ini, menjadi alasan untuk ikut bergabung kedalam Deserve, begitupun dengan Cantika yang paling terakhir bergabung.
Sebagai sebuah band baru, kalian sudah berani membuat mini album pada 2024. Apa landasan kalian berani membuat album?
Kami ingin berkarya, itu saja. Karena dalam 2 tahun terakhir kami sudah jenuh untuk membawakan lagu orang lain saat perform. Tentu melalui mini album ini kami dapat menyampaikan pesan kami ke audiens, mulai dari lirik hingga karakter bermusik.
Kami ingin sebuah manifestasi produk atas ide-ide kami, originalitas bermusik dari Deserve. Alhamdulillah, ini semua lebih mudah dan terjangkau karena penggarapannya secara D.I.Y (Do it Yourself). Semua proses perekaman vokal, instrumen, hingga sound design dan aransemen orkestra pun kami kerjakan sendiri.
Silakan dengarkan mini album kami yang bertajuk ‘Annihilate The Dependence’ berisi 6 buah track di platform musik digital pilihan kalian. Sebelum dirilisnya mini album ini pun kami sempat merilis single pertama kami berjudul ‘Darker Than Black’ pada pengujung 2023.
Di tengah derasnya arus informasi, bagaimana cara kalian untuk memperkenalkan karya kalian ke penikmat musik hardcore di Kaltim dan Indonesia?
Derasnya informasi itu yang kami jadikan keunggulan, hehe. Konsisten dengan promosi dan marketing.
Dari sebelum perilisan kami sudah siapkan untuk materi press release. Mulai dari pembuatan konten, timeline, dan survey kanal media baik nasional maupun lokal.
Kami sudah memiliki akun Instagram, Tiktok, dan YouTube yang rutin kami update. Untuk aktivitas dan promosi karya dan merchandise kami lakukan lewat Instagram, dan YouTube untuk mengunggah dokumentasi video penampilan live kami.
Penyebaran press release yang kami lakukan pun sedikit banyak dimuat oleh media lokal maupun nasional, contohnya seperti Synchronize Radio, Pop Hari Ini, Hardcore Hari Ini, dan Musik Keras Magz. Bahkan ada influencer asal Kanada, Vegan Luke yang memasukan kami sebagai salah satu must-hear hardcore band versinya, kami sempat kaget juga bahwa musik kami sampai menjangkau pendengar di benua lain. Padahal kami tidak kirim press release ke sana. Bangga rasanya dapat disandingkan dengan band-band hardcore yang keren dari berbagai negara.
Konten, keaktifan, konsistensi, dan visual itu menurut kami sangat penting untuk bisa standout di tengah derasnya arus informasi, yang terjadi sekarang ini.
Dari ribuan peserta, kalian terpilih sebagai satu-satunya band dari Kaltim yang lolos untuk live audition di Surabaya untuk Hammersonic 2026, bagaimana proses sampai akhirnya bisa ikut audisi tersebut
Alhamdulillah, syukur senang sekali kami bisa terpilih dan juga merepresentasikan Kalimantan Timur di ajang tersebut. Sebenarnya di awal ada proses online submission di mana kami mengirimkan data band kami berupa foto, materi lagu, video perform, sosial media, dan sebagainya.
Kami pun tidak berharap banyak karena kami lihat, setelah pengumuman penutupan pendaftaran, ada sekitar 10,000 band yang mendaftar. Namun ternyata, kami terpilih bersama 100 band lainnya untuk mengikuti kurasi live.
Dari 5 kota lokasi penyelenggaraan, kami dijadwalkan untuk mengikuti kurasi live di Surabaya bersama 11 band lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan ternyata setelah kami telusuri dari Kalimantan Timur hanya Deserve yang terpilih untuk hadir di sesi kurasi live.
Kami bertolak ke Surabaya pada 29 Agustus lalu, dan perform di ajang tersebut keesokan harinya. Kami juga mengajak sound engineer asal Surabaya, Suluh untuk mendukung penampilan kami pada hari itu.
Bagaimana rasanya bisa tampil di depan juri yang namanya sudah terkenal di kalangan musik rock alternative?
Campur aduk dong, haha. Bangga, deg-degan, takut, tapi tetap semangat. Benar-benar pengalaman langka yang kami rasa tidak semua orang bisa rasakan.
Terlebih juri-juri ini, juga idola kami semasa remaja bahkan hingga saat ini, yaitu Vicky Mono dari Deadsquad dan Tim Distorsi dari Saint Loco. Pengalaman yang unreal menurut kami, karena tidak cuma ditonton oleh para juri, namun band-band dari kota lain yang juga terpilih mengikuti ajang tersebut.
Kami pun tidak menyangka bahwa setiap band yang perform akan di review setelahnya. Deserve pun tidak lepas dari kritik dan saran dari para juri, meskipun tetap ada pujian yang membuat hati kami sedikit lega dan berbunga, haha.
Serasa ikut ajang pencarian bakat. Tapi kami senang karena kritik dan saran tersebut sangat konstruktif untuk perkembangan kami kedepannya. Karena mereka yang sudah makan asam garam di industri ini, otomatis mereka punya wawasan maupun parameter yang oke, dalam menilai kami dan peserta yang lain.
Selain live audition di Surabaya, kalian lalu juga berkesempatan tampil di salah satu gigs di Kota Singaraja, Bali, bagaimana sambutan penikmat musik di sana terhadap band dari Kaltim?
Benar sekali, sebenarnya kami mengemas perjalanan kami dengan tagline ‘Coast 2 Coast Short Tour’ karena setelah kami tampil di kurasi live Hammersonic, kami melanjutkan perjalanan ke Singaraja, Bali untuk tampil keesokan harinya.
Perjalanan kami tempuh menggunakan bus selama 18 jam. Pengalaman yang berkesan selama perjalanan, terlebih bagi saya dan Cantika yang baru pertama kali menginjakan kakinya di Pulau Dewata. Menyusuri pantai timur pulau Jawa hingga akhirnya naik kapal feri dari Banyuwangi ke Gilimanuk. Kami tiba disambut hangatnya matahari terbit di tanah Bali.
Kenapa Singaraja? Karena home base label rekaman kami, Pleasure Records ada di sana. Kebetulan sekali di sana sedang ada event gigs yang juga mengundang band-band dari kota lain untuk mengakhiri tur-nya di Singaraja (Hate, Drugged Assumption, Seclude, dan lain-lain).
Senang rasanya bisa silaturahmi dengan rekan-rekan dari Pleasure Records yang selama ini hanya berkomunikasi secara online, kami benar-benar dilayani, dengan baik selama di Bali.
Begitupun juga berkenalan dengan teman-teman band lain baik yang asal Bali maupun dari luar. Sambutan yang kami dapat melebihi ekspektasi. Pada saat kami tampil pun sangat ramai yang menonton serta moshing.
Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman penyelenggara, Singaraja Movement, teman-teman dari Pleasure Records, dan semua orang yang datang pada hari itu.
Jika ingin melihat momen saat live perform Deserve di Singaraja dan mini-vlog selama tur bisa cek kanal YouTube kami, hehe.
Apa perbedaan penikmat musik hardcore di Bali dibandingkan di Kaltim?
Sama-sama solid. Sama-sama liar. Sama-sama ingin have fun bareng. Oleh karena itu, saat kami perform di sana, kami tidak merasa asing. Seakan-akan kami bukan band luar daerah, sambutan yang kami terima sangat hangat dan energik.
Jika berhasil lolos audisi, dan bisa tampil di Hammersonic 2026, satu festival dengan nama besar seperti My Chemical Romance dan New Found Glory, apakah itu salah satu pencapaian terbesar kalian?
Tentu saja, itu akan menjadi salah satu pencapaian besar kami. Mewakili Balikpapan, Kalimantan Timur, dan nama kami sendiri di perhelatan musik keras terbesar di Asia Tenggara. Itu akan menjadi pembuktian atas perjuangan kami dalam pergulatan beberapa tahun terakhir di skena musik keras.
Selain Hammersonic 2026, apa selanjutnya?
Lolos maupun tidak, kami rencana akan merilis sebuah mini-album lagi serta video musik, sebelum akhirnya berencana membuat full-length album. Tentunya tidak lupa untuk tetap rutin perform di mana pun kami diundang. Tur? Tentu ingin sekali kami lakukan lagi jika ada kesempatan. Kami sudah rindu rasanya tur lagi. Kemarin terasa terlalu singkat.
Mungkinkah mengambil langkah besar untuk meniti karir musik di Jakarta?
Langkah besar untuk meniti karir? Sepertinya kami akan ambil pendekatan cukup tur saja untuk di daerah Jakarta dan sekitarnya. Kami sudah settle di Balikpapan dengan karir profesional yang cukup kami seriusi, haha.
Tetapi, kami berencana untuk mengagendakan tur di area Jabodetabek atau mungkin hingga Bandung jika sempat, untuk menambah audiens band kami.
Dengan deras dan mudahnya penyampaian informasi yang ada sekarang ini, kami di daerah pun tetap bisa dapat informasi dan wawasan yang sama dengan rekan-rekan musisi di Jabodetabek. Meskipun jika harus tampil di sana, butuh usaha yang lebih, dalam hal ketersediaan waktu dan logistik karena domisili kami di Balikpapan.
Sementara kami akan tetap berdomisili di Balikpapan sembari tetap konsisten dalam berkarya. (Kaltim Live)