Stok Beras Pemerintah di Kaltim–Kaltara Aman, Bulog Pastikan Pasokan Stabil

Bulog Kaltimra memastikan stok beras pemerintah di gudang-gudang wilayah Kaltim–Kaltara dalam kondisi aman dan siap didistribusikan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kaltim Live! Balikpapan – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) memastikan ketahanan stok beras pemerintah berada pada level yang sangat aman menjelang akhir tahun. Kepala Bulog Kaltimra, Musazdin Said, menyampaikan bahwa hingga akhir tahun, cadangan beras pemerintah (CBP) nasional mencapai 3,8 juta ton, volume yang dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di seluruh daerah.

Di wilayah Kaltim–Kaltara sendiri, Bulog masih mengantongi stok sekitar 30 ribu ton, yang diyakini mampu menopang kebutuhan tiga bulan ke depan. Stok tersebut mencakup penyaluran bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga cadangan pangan pemerintah daerah untuk antisipasi kondisi darurat dan bencana.

“Dengan stok yang ada saat ini, kita masih mampu meng-cover kebutuhan beras di wilayah Kaltim–Kaltara hingga memasuki musim pengadaan pada Maret mendatang,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh cadangan beras yang dikelola berada dalam kondisi optimal—baik dari segi kualitas, penyimpanan, maupun jaminan bebas hama. Dengan kondisi tersebut, ia memastikan tidak ada kebutuhan impor beras tambahan untuk memperkuat stok di wilayah Kaltimra.

Saat ini, Bulog Kaltimra mengoperasikan 18 unit gudang di delapan kompleks pergudangan yang tersebar di dua provinsi. Infrastruktur itu menjadi tulang punggung distribusi hingga ke wilayah terluar, termasuk Malinau dan Mahakam Ulu.

Musazdin menambahkan, Bulog terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk memantau kondisi pasokan secara harian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara cepat serta tepat sasaran.

Penyaluran beras SPHP juga terus digencarkan sebagai instrumen stabilisasi harga. Masyarakat disebut masih dapat mengakses beras tersebut dengan mudah dan harga yang tetap terjangkau.

“Kami berkomitmen menjaga ketahanan pangan nasional melalui stok yang kuat, distribusi tepat waktu, serta koordinasi yang solid di seluruh lini,” tegas Musazdin.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan percaya pada upaya pemerintah dalam menjaga kecukupan pangan.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dalam setiap butir beras yang tersalurkan, kami ingin menghadirkan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya