Stimulus Konsumsi Rumah Tangga, Bulog Salurkan Bantuan Pangan

Share

Perum Bulog menyiapkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat di Balikpapan sebagai upaya menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan.

Kaltim Live! Balikpapan – Pemerintah melalui Perum Bulog mulai menggulirkan program bantuan pangan sebagai instrumen stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di tengah potensi tekanan harga kebutuhan pokok.

Program yang merupakan penugasan dari Badan Pangan Nasional melalui surat nomor 204 Februari 2026 ini dialokasikan untuk periode Februari dan Maret 2026, dengan komoditas utama beras dan minyak goreng.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musazdin Said, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dalam skema dua bulan yang disalurkan sekaligus.

“Untuk satu alokasi, masyarakat menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak. Karena ini untuk dua bulan, maka total yang diterima menjadi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak,” ujarnya saat peluncuran program di Balikpapan.

Secara nasional, program ini menyasar sekitar 33 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, total penerima mencapai 323.824 PBP, sementara Kota Balikpapan mencatat 21.692 penerima.

Ika menegaskan, bantuan ini tidak sekadar bersifat sosial, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

“Harapannya bantuan ini dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sehingga daya beli tetap terjaga,” katanya.

Dari perspektif ekonomi, intervensi ini dinilai penting untuk menahan tekanan inflasi, khususnya pada komoditas pangan strategis yang kerap bergejolak menjelang dan setelah hari besar keagamaan.

Saat ini, Bulog masih melakukan koordinasi dengan pemerintah kelurahan serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Penyaluran ditargetkan mulai dilakukan setelah Lebaran.

Data penerima bantuan mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditetapkan pemerintah pusat, sehingga validitas sasaran diharapkan lebih terjaga.

Dalam implementasinya, Bulog turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas pangan, Dinas Sosial, transporter PT JPL, pendamping Puskesos, hingga dukungan aparat TNI dan Polri.

“Sinergi ini penting agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran,” tambah Ika.

Untuk tahap awal, program ini baru mencakup alokasi Februari dan Maret. Ke depan, keberlanjutan bantuan masih menunggu penugasan lanjutan dari pemerintah.

Dengan skala penerima yang besar, program ini diharapkan tidak hanya menjadi bantalan sosial, tetapi juga mampu menjaga stabilitas konsumsi domestik di daerah.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya