RAPBN 2026: Subsidi Energi, Makan Bergizi Gratis, dan Pendidikan Dominasi Anggaran Rp1.257 Triliun

Pemerintah mengalokasikan Rp1.257,1 triliun untuk 15 program prioritas, mulai dari subsidi energi, makan bergizi gratis, pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan pangan.

Kaltim Live! Jakarta – Pemerintah menyiapkan jurus besar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Tak tanggung-tanggung, sebanyak Rp1.257,1 triliun akan digelontorkan untuk 15 program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari energi, pendidikan, hingga pangan.

Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan fiskal itu dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Jumat (15/8/2025). Menurutnya, belanja negara tahun depan dirancang bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi juga memperkuat fondasi kesejahteraan rakyat.

“Program prioritas ini menjadi tulang punggung dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaulat,” ujar Prabowo di hadapan anggota dewan.

Subsidi Energi dan Makan Gratis Jadi Tumpuan

Alokasi terbesar tetap mengalir ke subsidi energi dan kompensasi yang mencapai Rp381,4 triliun. Pos ini penting untuk meredam gejolak harga BBM dan listrik, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Tak kalah masif, program Makan Bergizi Gratis mendapatkan kucuran Rp335 triliun untuk 82,9 juta penerima, dengan skema pembiayaan Rp268 triliun lewat kementerian/lembaga dan Rp67 triliun dari sumber pembiayaan lainnya.

Pemerintah juga menegaskan komitmen pada kelompok rentan. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako mendapat jatah Rp72,6 triliun. Sementara itu, untuk menjamin layanan kesehatan dasar, pemerintah mengalokasikan Rp69 triliun bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN dan BP peserta mandiri berpenghasilan rendah.

Tambahan dukungan berupa cek kesehatan gratis dan penanggulangan TBC sebesar Rp5,4 triliun, serta Rp18 triliununtuk memperkuat fasilitas kesehatan.

Pendidikan dan SDM

Sektor pendidikan tetap menjadi salah satu fokus utama. Program PIP, KIP Kuliah, BOS, dan beasiswa lain menyedot Rp63,6 triliun. Diikuti dengan Rp63,5 triliun untuk tunjangan profesi guru dan dosen non-PNS, serta pengembangan kompetensi pendidik.

Tak berhenti di situ, revitalisasi sekolah dan madrasah dianggarkan Rp22,5 triliun, sementara Sekolah Rakyatmemperoleh Rp24,9 triliun, dan Sekolah Unggulan Garuda sebesar Rp3 triliun.

Untuk menjaga ketahanan pangan, pemerintah menggelontorkan Rp76,7 triliun bagi lumbung pangan dan cadangan pangan nasional, plus Rp12 triliun bagi pembangunan dan perbaikan irigasi.

Di sisi konektivitas, preservasi jalan dan jembatan dialokasikan Rp15,3 triliun. Sedangkan untuk menopang harga pangan, subsidi non-energi, termasuk pupuk, mencapai Rp108,8 triliun.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya