Inovasi Petani Kariangau: Dari Pelatihan ke Produksi Pakan dan Penetas Telur Mandiri

Share

Suasana pelatihan budidaya ayam kampung di Kampung Salok Baru, Balikpapan Barat. Kegiatan ini digelar oleh PT KRN (Apical Group) untuk meningkatkan keterampilan petani lokal.

Kaltim Live! Balikpapan – Puluhan petani di Kampung Salok Baru, Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, kini makin percaya diri mengembangkan usaha ternak ayam kampung. Berkat pelatihan dari PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), salah satu unit usaha Apical Group, mereka tak hanya memahami dasar-dasar manajemen peternakan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi sendiri seperti pakan fermentasi dan alat penetas telur.

Pelatihan yang digelar Senin (28/4) ini membekali kelompok tani dengan pengetahuan tentang pengelolaan kesehatan hewan, pembuatan pakan dari bungkil sawit, serta pemanfaatan mesin penetas telur. Dua narasumber hadir langsung memberikan materi, yakni drh. Citra Dewanti dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Balikpapan, dan Roy Adhi Putra, Ketua Kelompok Tani Kariangau Baru.

“Dengan pendampingan yang konsisten dari tim KRN, kelompok kami berkembang pesat. Dari jumlah ternak yang terus bertambah, hingga inovasi seperti pakan fermentasi dari limbah sawit dan rumah tangga,” ujar Agus Wiastono, CSR Manager Apical Group.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DP3, Mohamed Bisri, juga mengapresiasi inisiatif ini. Ia menyebut pelatihan ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

“Semoga pelatihan ini menjadi awal berkembangnya peternakan mandiri di wilayah ini. Kami dari dinas siap mendampingi,” ungkapnya.

Tak hanya teori, pelatihan ini juga memicu semangat kolaborasi antarpetani. Menariknya, beberapa peserta yang sebelumnya belajar, kini menjadi pelatih bagi anggota baru. 

Pendekatan berbasis komunitas ini mempercepat alih pengetahuan dan membangun kemandirian kelompok.

Langkah Apical Group melalui PT KRN ini merupakan bagian dari komitmen mendukung praktik berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan ilmu dan keterampilan yang terus berkembang, para petani kini punya modal kuat untuk menjadikan ayam kampung bukan sekadar ternak, tapi sumber penghidupan.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya