Bulog Kaltimra Mulai Serap Gabah 2026, Target 23.123 Ton Jaga Harga Petani

Share

Penyerapan gabah petani tahun 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.

Kaltim Live! Balikpapan – -Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) resmi memulai kembali program penyerapan gabah petani untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional tetap aman, pasca pemerintah pusat mengumumkan capaian swasembada beras.

Pada tahun 2026, Bulog Kaltimra menargetkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri secara masif. Total target serapan ditetapkan sebesar 23.123.000 kilogram Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 12.253.000 kilogram beras.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimra Kepala Bulog Wilayah Kaltim dan Kaltara Musazdin Said menegaskan, program penyerapan ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan stok, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk melindungi pendapatan petani.

“Penyerapan gabah ini kami lakukan untuk memastikan harga di tingkat petani tetap stabil dan layak. Di sisi lain, Bulog juga berkepentingan menjaga kecukupan stok cadangan pangan pemerintah, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ujarnya Sabtu (24/1/2025).

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan di lapangan, Bulog Kaltimra menggandeng sejumlah pihak strategis. Dalam proses penyerapan gabah dan beras, Bulog didampingi oleh TNI, Polri, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna memperkuat koordinasi, pengawasan, dan pendampingan langsung kepada petani.

Menurutnya, sinergi lintas sektor ini menjadi kunci agar program berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu menjangkau sentra-sentra produksi di daerah.

“Kami ingin petani merasa aman dan percaya bahwa hasil panennya terserap dengan baik. Dengan dukungan TNI, Polri, dan PPL, proses penyerapan bisa berjalan lebih tertib dan transparan,” katanya.

Bulog Kaltimra optimistis, keberlanjutan program penyerapan gabah dan beras pada 2026 akan mendorong semangat petani di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk meningkatkan produksi. Dampak lanjutannya diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan dan stabilitas pangan nasional secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal stok, tetapi juga soal keberpihakan kepada petani. Jika petani sejahtera, maka fondasi pangan nasional akan semakin kuat,” tutupnya.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya