Kaltim Live! Samarinda – Pemerintah memperkuat langkah stabilisasi harga pangan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menyusul tingginya harga beras di wilayah tersebut. Melalui koordinasi antara Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Mahulu, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Satgas Pangan Tim Saber Polda Kalimantan Timur, Perum Bulog memastikan dukungan penyediaan komoditas pangan strategis.
Perum Bulog akan menyalurkan total 3.000 kilogram komoditas pangan yang terdiri dari beras SPHP, beras premium, dan Minyakita. Penyaluran ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga serta ketersediaan pangan di wilayah perbatasan dan daerah dengan tantangan distribusi tinggi.
Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Kaltimtara, Muzasdin Said, mengatakan langkah ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional, khususnya di daerah terpencil.
“Mahakam Ulu memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Karena itu, Bulog bersama pemerintah daerah dan Bapanas memastikan distribusi pangan berjalan lancar agar masyarakat tetap mendapatkan akses beras dan minyak goreng dengan harga terjangkau,” ujar Muzasdin.
Pengiriman komoditas seberat 3 ton dijadwalkan dilaksanakan besok, dengan estimasi waktu tempuh 2–3 hari. Armada angkutan telah disiapkan dengan dukungan ongkos angkut melalui Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dari Bapanas guna menjamin kelancaran distribusi hingga ke lokasi tujuan.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu bertindak sebagai offtaker sekaligus penanggung jawab penyaluran. Komoditas dari Bulog tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Bazar Ramadan, sehingga dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Launching penyaluran komoditas dilaksanakan di Gudang Bulog Samarinda, dihadiri oleh Tim Serapan Gabah dan Beras (Sergab) yang melibatkan Kanwil Bulog Kaltim, Ditreskrimsus Polda Kaltim, perwakilan Bapanas, serta Bulog Cabang Samarinda.
Muzasdin menambahkan, sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan dan menekan potensi gejolak harga di daerah.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga inflasi pangan tetap terkendali, khususnya menjelang dan selama Ramadan,” tutupnya.(Kaltim Live)