Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Webinar Tren Branding Digital 2026

Webinar “Mengulik Tren Branding UMKM di 2026” yang digelar Telkom Regional 4 Kalimantan melalui Indibiz Borneo diikuti ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah secara virtual.

Kaltim Live! Balikpapan – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Regional 4 Kalimantan terus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi digital. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Mengulik Tren Branding UMKM di 2026” yang digelar secara virtual pada Senin (29/12/2025) melalui ekosistem solusi bisnis Indibiz Borneo.

Webinar ini menjadi bagian dari program Join Insight, wadah berbagi pengetahuan dan insight strategis yang diinisiasi Indibiz Borneo untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Antusiasme peserta tercermin dari lebih dari 180 pendaftar yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan, Jawa, hingga Sumatera.

Mengusung tema tren branding UMKM di tahun 2026, kegiatan ini menekankan pentingnya branding sebagai strategi jangka panjang agar pelaku usaha mampu bertahan dan bersaing di tengah lanskap pasar digital yang kian kompetitif.

Perwakilan Manajemen Telkom Regional 4 Kalimantan, Putri Apriliani, menyampaikan bahwa penguatan branding merupakan fondasi penting bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar.

“Melalui program Join Insight, Telkom menghadirkan ruang belajar yang relevan dan aplikatif bagi UMKM. Branding bukan hanya soal tampilan visual, tetapi bagaimana membangun kepercayaan dan persepsi positif di benak konsumen secara konsisten,” ujarnya.

Webinar ini menghadirkan Rizky Cipta Anugra, S.M., M.M., praktisi branding sekaligus entrepreneur dan content creator, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Rizky menegaskan bahwa branding yang kuat mampu meningkatkan loyalitas pelanggan, mendorong repeat order, serta memberi nilai tambah pada produk UMKM.

“Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita, pengalaman, dan rasa percaya. Produk sederhana sekalipun bisa memiliki nilai tinggi jika branding-nya kuat dan konsisten,” jelasnya.

Rizky juga menyoroti perbedaan mendasar antara brand dan branding. Brand merupakan persepsi yang tertanam di benak konsumen, sementara branding adalah proses membangun persepsi tersebut melalui visual, cerita, pelayanan, dan pengalaman pelanggan.

Dalam konteks pemasaran digital, media sosial—khususnya TikTok—dinilai menjadi peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar luas tanpa harus 

memiliki banyak pengikut.

“Di TikTok, yang dinilai adalah kualitas konten, bukan jumlah followers. UMKM punya peluang yang sama selama kontennya relevan dan memiliki hook yang kuat di awal,” katanya.

Sesi diskusi juga membahas strategi visual branding, pemilihan format konten, konsistensi identitas merek, hingga peran pemilik usaha dalam konten digital. Menurut Rizky, kehadiran owner di depan kamera bukan keharusan.

“Brand bisa tumbuh melalui company branding, testimoni pelanggan, atau storytelling produk. Muncul atau tidaknya owner adalah keputusan strategis,” tambahnya.

Melalui webinar ini, Indibiz Borneo berharap para pelaku UMKM memperoleh bekal strategi branding yang relevan untuk menghadapi tahun 2026, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di era ekonomi digital.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya