Kaltim Live! Balikpapan — Dalam rangka menjaga ekosistem kawasan pesisir di Kalimantan Timur, namun tetap mendorong peningkatan perekonomian, Jejak Baik Pohon bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan pelatihan Smart Silvofishery Pemuda Pesisir di tiga daerah di Bumi Etam.
Kegiatan yang diadakan dengan dukungan dananhibah Kemenpora RI ini, diselenggarakan juga bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Mulawarman. Dengan menghadirkan Prof., Dr., Esti Handayani Hardi S.Pi., M.Si. sebagai narasumber utama.
Sebanyak 208 pemuda dan pemudi menjadi peserta dari kegiatan pelatihan Smart Silvofishery dari tiga kali kegiatan di tempat berbeda. Di Muara Jawa, Kutai Kartanegara pada 6 Desember 2025 diikuti oleh 50 peserta; Muara Badak, Kutai Kartanegara pada 13 Desember 2025 dengan 108 peserta; serta Balikpapan pada 20 Desember 2025 yang diikuti oleh 50 peserta.
Founder Jejak Baik Pohon, Zulkarnain menjelaskan, latar belakang pelatihan Smart Silvofishery ini didasari dari meningkatnya laju deforestasi di kawasan pesisir Kaltim dalam beberapa tahun belakang. Salah satunya diakibatkan pembukaan lahan tambak yang masif.
“Kondisi ini berpotensi memperparah dampak perubahan iklim yang akan dirasakan secara langsung oleh generasi penerus. Terutama pemuda yang tinggal di wilayah pesisir,” jelas dia.
Melalui program ini, Jejak Baik Pohon bersama Kemenpora RI bertujuan memberikan pemahaman serta meningkatkan kapasitas pemuda pesisir, dalam pengelolaan tambak yang ramah lingkungan.
Konsep Smart Silvofishery yang diperkenalkan mengintegrasikan penanaman dan pelestarian pohon mangrove, dengan kegiatan budidaya perikanan. Sehingga diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
“Pemuda pesisir adalah pihak yang paling pertama merasakan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, sudah seharusnya kalian terlibat aktif dan bertanggung jawab secara bersama-sama dalam menjaga kawasan pesisir. Jika bukan kalian yang menjaganya, maka siapa lagi,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, Jejak Baik Pohon berharap akan lahir lebih banyak pemuda pesisir yang berdaya, peduli lingkungan, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan pesisir yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Zulkarnain mewakili Jejak Baik Pohon juga berterima kasih dengan pemerintah daerah setempat, terutama Pemerintah Desa Muara Jawa dan Muara Badak, karena telah aktif berkolaborasi mengadakan pelatihan ini. Serta seluruh pemangku kepentingan lainnya, seperti Kemenpora RI dan Uninversitas Mulawarman yang sejalan dalam keresahan yang sama. (Kaltim Live)