Kaltim Live! Balikpapan – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga selama puncak perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Kepastian ini menjadi sinyal penting bagi stabilitas aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, turun langsung meninjau kesiapan sistem kelistrikan guna memastikan operasional berjalan aman dan terkendali. Dari hasil pemantauan, sistem kelistrikan Kaltimra berada dalam kondisi normal dengan margin cadangan daya yang dinilai sangat memadai.
PLN UID Kaltimra memproyeksikan daya mampu pasok sebesar 1.125,5 megawatt (MW), sementara beban puncak diperkirakan mencapai 825,5 MW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sekitar 300 MW yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik masyarakat pada malam pergantian tahun.
“Alhamdulillah, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sistem kelistrikan Kaltimra aman dan andal. Seluruh peralatan serta personel telah disiagakan agar masyarakat dapat merayakan Tahun Baru dengan nyaman,” ujar Chaliq.
Kesiapan kelistrikan ini didukung oleh 1.108 personel yang bersiaga penuh selama 24 jam, terdiri dari pegawai PLN dan petugas Pelayanan Teknik PLN Nusa Daya. Mereka dilengkapi peralatan pendukung yang siap operasi, mulai dari 4 unit crane, 39 unit UPS, 6 unit UGB/UKB, 27 unit genset, hingga material cadangan gangguan yang tersebar di seluruh wilayah kerja.
Dari sisi pengamanan distribusi, PLN UID Kaltimra mengoperasikan 95 Posko Siaga Distribusi. Sementara itu, PLN Icon Plus SBU Kalimantan turut memperkuat kesiapsiagaan dengan 46 posko, 54 tim, dan 172 personel. Pengamanan kelistrikan difokuskan pada 93 titik prioritas, termasuk fasilitas pelayanan publik dan pusat-pusat keramaian yang menjadi motor perputaran ekonomi lokal saat malam Tahun Baru.
Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, PLN juga menjalin koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. PLN telah memetakan 40 titik lokasi berisiko, yang mayoritas berpotensi terdampak banjir, serta melakukan inspeksi berkala untuk memastikan infrastruktur kelistrikan tetap aman dan siap dioperasikan.
Tak hanya itu, PLN memastikan 77 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kaltim dan Kaltara beroperasi normal. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik selama masa libur panjang.
Chaliq menegaskan, keandalan pasokan listrik di momen strategis seperti pergantian tahun memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi. Dengan kesiapan sistem, personel, serta koordinasi lintas instansi, PLN berkomitmen memberikan layanan kelistrikan yang aman dan andal.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menyambut Tahun Baru 2026 dengan rasa aman dan nyaman, tanpa gangguan kelistrikan,” tutupnya.(Kaltim Live)