Kaltim Live! Balikpapan – PT PLN (Persero) terus memperkuat fondasi kelistrikan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pengembangan infrastruktur listrik modern berbasis energi bersih. Melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), PLN mengoperasikan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8 MegaWatt (MW) yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Nusantara berkapasitas 50 MW.
BESS tersebut merupakan bagian dari proyek energi hijau hasil kolaborasi PLN Nusantara Renewables dengan Sembcorp Renewables Indonesia, yang dirancang untuk menopang keandalan pasokan listrik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Manajer Unit Layanan Nusantara PLN Nusa Daya, Asad Amaluddin, menjelaskan bahwa unitnya bertanggung jawab atas operasional harian BESS. Secara teknis, baterai ini mampu melistriki kawasan KIPP, termasuk Istana Negara, hingga delapan jam apabila terjadi gangguan pada transmisi dari PLTS.
“Durasi delapan jam itu memberi ruang yang cukup bagi PLN untuk melakukan pemulihan suplai. BESS kami operasikan sejak Oktober lalu dan dalam kondisi standby secara sinkron, sehingga ketika terjadi gangguan, daya dari baterai langsung masuk ke sistem hanya dalam sepersekian detik. Lampu bahkan tidak sempat berkedip,” ujar Asad, Selasa (16/11/2025).
Selain berfungsi sebagai cadangan daya, BESS juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dari PLTS, terutama pada malam hari atau saat cuaca mendung. Dengan demikian, kebutuhan listrik kawasan pemerintahan tetap terjamin meski produksi energi surya berfluktuasi.
Dari sisi lingkungan, pengoperasian PLTS dan BESS di IKN memberikan dampak signifikan. Asad menyebutkan, kombinasi kedua infrastruktur tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 104.864 ton per tahun, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi bersih dan pembangunan kota berkelanjutan.
Penguatan sistem kelistrikan IKN juga didukung dengan infrastruktur jaringan berkapasitas besar. PLN telah merampungkan pembangunan Gas Insulated Switchgear (GIS) berkapasitas 120 MVA, yang merupakan GIS pertama di Kalimantan Timur. Fasilitas ini bersebelahan langsung dengan BESS dan mendapat pasokan listrik dari dua jaringan transmisi 150 kV sepanjang total 58 kilometer.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, sebelumnya menegaskan bahwa sistem kelistrikan IKN dirancang secara berlapis dan terintegrasi, mulai dari pembangkitan berbasis energi hijau, penyimpanan energi, hingga pengaturan dan distribusi daya.
Dengan beroperasinya PLTS 50 MW, BESS 8 MW, serta GIS 120 MVA, PLN memastikan sistem kelistrikan IKN memiliki keandalan tinggi, fleksibilitas operasional, dan daya dukung jangka panjang. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting bagi aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di Ibu Kota Nusantara, sekaligus menegaskan arah pembangunan ekonomi hijau yang berdaya saing global.(Kaltim Live)