PLN Perkuat Infrastruktur Listrik KEK Setangga, Dukung Hilirisasi Baterai Nasional

Share

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo bersama jajaran manajemen meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terkait pembangunan Gardu Induk 150 kV Batulicin Baru/Setangga yang menjadi penopang utama pasokan listrik bagi industri hilirisasi baterai nasional.

Kaltim Live! Tana Bumbu – Sejalan dengan agenda percepatan pengembangan kawasan industri dan program hilirisasi nasional, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) memainkan peran strategis dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Batulicin Baru/Setangga, yang menjadi tulang punggung pasokan listrik kawasan industri, khususnya industri smelter bahan baku baterai.

Peran strategis PLN UIP KLT ini mendapat perhatian langsung Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo saat melakukan kunjungan kerja ke KEK Setangga, Selasa (13/1). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri peresmian Pabrik Bahan Prekursor Baterai milik PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB), sekaligus meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan yang menopang kawasan industri berbasis hilirisasi tersebut.

Darmawan menegaskan, keberhasilan pengembangan kawasan industri nasional, terutama yang berorientasi pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah, sangat bergantung pada keandalan pasokan listrik. Menurutnya, PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan industri dan investasi nasional.

“Industri hilirisasi membutuhkan listrik yang andal, stabil, dan berkelanjutan. PLN hadir untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi sehingga kawasan industri dapat tumbuh secara optimal dan berdaya saing,” ujarnya.

Sebagai unit yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, PLN UIP KLT mengambil peran kunci sejak tahap perencanaan hingga realisasi pembangunan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga. Pembangunan gardu induk ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan daya listrik yang signifikan dari PT Anugerah Barokah Cakrawala (PT ABC), salah satu tenant utama KEK Setangga, dengan kebutuhan mencapai 80 MVA guna mendukung operasional smelter bahan baku baterai.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menjelaskan bahwa proyek strategis tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN UIP KLT dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan bagi kawasan industri. “Pembangunan GI 150 kV Batulicin Baru/Setangga dimulai pada 4 Januari 2024 dan berhasil diberi tegangan pertama atau energize pada 27 Februari 2025. Ini menjadi bukti kesiapan PLN UIP KLT dalam mendukung pertumbuhan industri di KEK Setangga,” jelas Basuki.

Ia menambahkan, keberadaan gardu induk ini tidak hanya menjamin keandalan pasokan listrik bagi PT ABC, tetapi juga membuka ruang bagi masuknya tenant industri baru. Dengan kapasitas dan sistem kelistrikan yang andal, KEK Setangga dinilai memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai pusat industri hilirisasi baterai serta industri turunan lainnya di Kalimantan Selatan.

Lebih jauh, pembangunan infrastruktur kelistrikan ini turut memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Pasokan listrik yang andal mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya. KEK Setangga pun diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi Kalimantan Selatan dalam rantai industri baterai nasional.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya