PLN UID Kaltimra Perkuat Dampak Sosial, Program TJSL Jangkau 22.588 Penerima Manfaat Sepanjang 2025

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kaltimra yang berfokus pada edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sepanjang 2025.

Kaltim Live! Balikpapan – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PLN UID Kaltimra) terus mempertegas perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang menghadirkan dampak sosial nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan PLN UID Kaltimra telah menjangkau sebanyak 22.588 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung, di berbagai wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Capaian tersebut mencerminkan komitmen PLN UID Kaltimra dalam memastikan kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lintas sektor, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan peran strategis sebagai mitra pembangunan daerah.

“Bagi PLN, program TJSL bukan sekadar kewajiban korporasi, tetapi merupakan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata. Program ini tidak difokuskan pada satu sektor tertentu, melainkan mencakup bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kualitas hidup kelompok rentan,” ujar Chaliq.

Menurutnya, berbagai program TJSL yang dilaksanakan sepanjang 2025 dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus mendorong perubahan yang berkelanjutan. Salah satu program unggulan di bidang lingkungan dan pendidikan diwujudkan melalui dukungan terhadap Bank Sampah Sekolah Pantai Indonesia (SPI) Balikpapan yang berlokasi di SMKN 5 Balikpapan.

Program tersebut menjadi model edukasi lingkungan berbasis sekolah yang tidak hanya menanamkan pemahaman tentang pemilahan sampah, tetapi juga mendorong siswa mengelola sampah menjadi bernilai ekonomi sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular.

Selain itu, PLN UID Kaltimra juga menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan dan sosial lainnya. Di antaranya program Bottle Up yang bertujuan mengurangi sampah botol plastik melalui penyediaan drop box di sejumlah titik, kegiatan penanaman pohon untuk meningkatkan kualitas lingkungan, hingga program mudik gratis yang rutin digelar setiap tahun dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Program TJSL kami juga diarahkan untuk membentuk kebiasaan ramah lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat. Seluruh kegiatan dirancang agar memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Chaliq.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan keberlanjutan program TJSL. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta para pemangku kepentingan menjadi kunci agar program yang dijalankan tepat sasaran dan selaras dengan agenda pembangunan daerah.

“Melalui sinergi tersebut, TJSL tidak hanya menjadi kegiatan sosial semata, tetapi juga penguat peran PLN sebagai mitra strategis pembangunan yang mendorong keadilan sosial, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” pungkasnya.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya