RDMP Balikpapan Masuki Tahap Akhir, RFCC Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Share

Kilang RDMP Balikpapan terus berprogres, RFCC menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas produksi dan efek berganda ekonomi daerah.

Kaltim Live! Balikpapan –  PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyampaikan tahap loading atau pemasukan perdana katalis ke RFCC telah dilakukan pada Agustus ini. 

“Pemasukan katalis menandai kesiapan RFCC untuk memasuki fase operasional. Unit ini menjadi kunci dalam mengonversi minyak berat menjadi produk bernilai tambah seperti bensin, LPG, dan propilena,” ujar Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani, berdasarkan keterangan resminya, Selasa (26/8/2025).

RFCC Balikpapan dirancang memiliki kapasitas pengolahan 90.000 barel per hari (bph), menjadikannya unit RFCC terbesar di jaringan kilang Pertamina. Sebagai perbandingan, RFCC di Kilang Cilacap yang beroperasi sejak 2015 memiliki kapasitas 62.000 bph. Dengan target operasional pada kuartal IV 2025, RFCC Balikpapan diproyeksikan meningkatkan produksi bahan bakar berkualitas tinggi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Milla menekankan, kehadiran RFCC sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah, khususnya mendorong kemandirian energi berbasis teknologi bersih dan pembangunan wilayah berkeadilan. “Selain memperkuat pasokan energi, keberadaan RFCC membuka peluang ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan efek berganda bagi industri penunjang dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Secara makroekonomi, RDMP Balikpapan tidak hanya berkontribusi pada pengurangan impor BBM, tetapi juga meningkatkan nilai tambah industri pengolahan domestik. Dengan kapasitas kilang yang lebih besar dan efisiensi teknologi katalis, Indonesia diharapkan lebih tahan terhadap volatilitas harga minyak global dan memperkuat neraca perdagangan sektor energi.

KPI menilai keberhasilan tahap pemasukan katalis ini menjadi sinyal positif bahwa RDMP Balikpapan siap menjadi game changer industri hilir minyak nasional. “Langkah ini memperkokoh peran Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutup Milla.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya