Kaltim Live! Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur Rudy, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Antara Pemprov Kaltim dengan 45 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam program Gratispol Pendidikan di Benua Etam, di Gedung Olah Bebaya, Senin (7/7/2025).
PKS ini, merupakan komitmen dari Gubernur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji dalam menjalankan Program Gratispol Pendidikan kepada semua mahasiswa di seluruh universitas di Kaltim. Penandatanganan PKS ini pun menurut dia, bukan semata kegiatan seremonial, tapi momentum penting, menuju masa depan generasi muda yang lebih cerah.
Meskipun di awal kepemimpinanan tahun ini, program tersebut masih diberikan kepada mahasiswa baru (maba) untuk tingkat perguruan tinggi dan siswa baru untuk jenjang SMA/SMK/SLB, baik swasta maupun negeri. Namun. mulai tahun depan, akan diberikan kepada mahasiswa di semua tingkatan semester.
“Insyaallah di APBD murni 2026, mahasiswa di semua semester akan kita tanggung untuk pembayaran UKT-nya,” kata Gubernur Harum (sapaan akrabnya).
Baca berita Kaltim Live! Tumbuhkan Ketangguhan Mental Anak dan Perempuan
Gubernur Harum menegaskan, kebijakan pembangunan yang dipilih ini bersifat terbuka dan inklusif bagi putra putri Kalimantan Timur, tanpa memandang suku, agama, bahasa dan budaya.
PKS dengan perguruan tinggi swasta ini sekaligus menjadi bukti nyata, Pemprov Kaltim untuk membangun pendidikan dan bukan sekadar wacana.
“Kami sangat bersungguh-sungguh berkonsentrasi untuk membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak Kaltim agar dapat menempuh pendidikan tanpa kendala biaya lagi,” tegas Gubernur Harum.
Alokasi APBD untuk pendidikan menurut Gubernur Harum bukanlah biaya (cost). Tapi investasi yang akan dipanen dalam jangka panjang.
Gubernur Harum meyakini, 5-10 tahun ke depan, sumber daya manusia Kaltim akan mampu berakselerasi minimal sejajar dengan provinsi-provinsi lain yang sudah maju dan berkembang. Bahkan ke depan bisa terus bersaing di level regional, nasional bahkan internasional.
Baca berita Kaltim Live! 31.525 Guru Dapat Insentif Bulanan
Ia pun mengapresiasi kerja sama perguruan tinggi negeri yang telah mengantongi nama-nama mahasiswa baru dan Pemprov Kaltim langsung bergerak untuk menindaklanjuti.
Berikutnya diharapkan perguruan tinggi swasta bisa segera mengambil langkah serupa untuk memudahkan koordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk pendataan mahasiswa baru.
Tahun ini Pemprov Kaltim memberi kuota 100 persen sama dengan jumlah penerimaan tahun lalu, dengan tambahan setiap perguruan tinggi 10 persen dari jumlah penerimaan mahasiswa tahun lalu.
“Jadi kalau tahun kemarin ada 1.000, maka tahun ini maksimum 1.100. Tujuannya tidak lain adalah untuk pemerataan,” tegas Gubernur lagi.
Gubernur berharap agar Program Gratispol ini terus dikawal agar tepat sasaran, tepat guna dan berdampak luas bagi masyarakat. (Kaltim Live)