Inovasi Aquagrid Binaan Pertagas Perkuat Distribusi Air Bersih di Desa Karya Jaya

Share

Program Karyadarsa binaan Pertagas menghadirkan inovasi Aquagrid untuk meningkatkan distribusi air bersih di Desa Karya Jaya, Samboja, Kutai Kartanegara, sekaligus mendukung sektor pertanian dan kemandirian masyarakat.

Kaltim Live! Kutai Kartenegara – Keterbatasan akses air bersih yang selama bertahun-tahun dialami warga Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai teratasi melalui inovasi Aquagrid. Program ini merupakan bagian dari Program Karyadarsa, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) binaan Pertamina Gas (Pertagas) wilayah Operation Kalimantan Area.

Sebelumnya, distribusi air bersih di desa tersebut belum optimal, berdampak pada aktivitas harian masyarakat serta sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi desa. Pasokan air yang terbatas membuat produktivitas pertanian menurun dan kualitas hidup warga terdampak.

Manager Communication, Relations & CSR Pertagas, Imam Rismanto, menjelaskan bahwa Program Karyadarsa dirancang berdasarkan pemetaan sosial di wilayah ring 1 operasional perusahaan. Hasil pemetaan menunjukkan persoalan utama berada pada manajemen distribusi air dan keterbatasan infrastruktur 

Water Treatment Plant (WTP).

“Melalui Program Karyadarsa, kami menghadirkan solusi berkelanjutan yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat. Aquagrid dirancang tidak hanya 

menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kemandirian warga,” ujar Imam, belum lama ini.

Inovasi Aquagrid mengintegrasikan optimalisasi WTP dengan penguatan jaringan distribusi air. Perbaikan dilakukan melalui penerapan konsep aerasi pada WTP serta pemanfaatan keahlian Pertagas dalam perancangan dan pembangunan jaringan pipa, sehingga kualitas air meningkat dan distribusinya lebih merata.

Hasilnya, kapasitas distribusi air meningkat signifikan dari 2 liter per detik menjadi 5 liter per detik. Sistem ini kini mampu melayani 320 sambungan rumah di Desa Karya Jaya, memberikan pasokan air bersih yang lebih stabil bagi masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur, Program Karyadarsa juga fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Seluruh anggota Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) Program Pamsimas Desa Karya Jaya mendapat pelatihan, termasuk pelatihan kelistrikan panel WTP oleh tim Maintenance Pertagas Operation Kalimantan Area.

Ketua KP-SPAMS Desa Karya Jaya, Suhardi, mengakui adanya perubahan signifikan setelah program berjalan. “Sekarang aliran air lebih stabil dan kami dibekali pengetahuan untuk mengelola sistem secara mandiri. Ini sangat membantu masyarakat,” katanya.

Manfaat Aquagrid juga dirasakan sektor pertanian. Sistem distribusi air kini mampu mengairi sekitar 2,5 hektare lahan hortikultura, sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha pertanian.

Imam menegaskan, keberhasilan Program Karyadarsa merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan. “Aquagrid bukan sekadar solusi teknis, tetapi bagian dari komitmen Pertagas dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tutupnya.(Kaltim Live)

TAG:

TRENDING

Pilihan Editor

Berita Lainnya