Kaltim Live! Samarinda — Realisasi investasi Kalimantan Timur hingga kuartal kedua 2025, mencapai Rp43,47 triliun atau sekitar 54% dari target Rp79,86 triliun. Dari nilai tersebut, sektor batu bara masih menjadi yang tertinggi mencapai Rp18,21 triliun.
Secara keseluruhan, nilai investasi di Bumi Etam masih didominasi dari dalam negeri, dengan kontribusi Rp32,42 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp11,03 triliun.
Baca berita Kaltim Live! Pemprov Buka Keran Investasi Swasta, Tutup Lubang Fiskal karena Pemangkasan Anggaran
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menjelaskan, besarnya nilai investasi pada batu bara memperlihatkan, wajah ekonomi Bumi Etam yang selama ini menyumbang sekitar 60% produksi nasional.
“Energi tidak terbarukan dampaknya luar biasa bagi lingkungan dan sosial. Selain pasti habis, juga berefek ekonomi daerah ketika Dana Bagi Hasil (DBH) berkurang seperti saat ini,” terang Rudy.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim ujar Gubernur, terus mendorong investasi di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Meski begitu, perjalanan menuju ekonomi hijau bukan tanpa tantangan.
Pengembangan investasi EBT diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat ekonomi daerah dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Energi bersih akan menarik investor kelas dunia dan membuat ekonomi Kaltim jadi lebih stabil dan maju,” katanya.
Baca berita Kaltim Live! Kaltim Gandeng Investor Tiongkok Bangun PLTSa
Rudy juga menaruh perhatian khusus pada sektor pertanian, pangan, dan hortikultura sebagai prioritas menuju swasembada dan kemandirian pangan nasional.
Sebagai informasi, realisasi investasi sektor lain yang mencatat kontribusi signifikan meliputi tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan nilai Rp4,71 triliun dari 746 proyek, serta industri kertas dan percetakan senilai Rp2,01 triliun dari 50 proyek. (Kaltim Live)